Friday, March 01, 2019

Sistem Penilaian Akademik di Universitas Jepang

Di Jepang, tiap sekolah memiliki sistem penilaian masing-masing, namun pada hakikatnya, mereka memiliki penilaian yang sama baik di High School (高校 Kōkō), maupun Universitas (大学 Daigaku). Banyak universitas-universitas di Jepang menggunakan kategori penilaian berikut ini:
Nilai dalam Bahasa Jepang (Kanji)Arti dalam Bahasa InggrisPersentasiUniversitas dengan 4 skala penilaian
shū (秀)Exemplary, excellentS (90–100%)
yū (優)Very goodA (80–89%)A (80–100%)
ryō (良)GoodB (70–79%)B (70–79%)
ka (可)Average, passC (60–69%)C (60–69%)
nin (認)Approved, acceptableD/F (50–59%), tidak umumD/F (50–59%), tidak umum
fuka (不可)Unacceptable, failedF (0–59% or 0–49%) gagalF (0–59% or 0–49%)



Sekolah publik/ negeri pada level di bawah sekolah menengah atas diklasifikasikan sebagai pendidikan wajib (義務教育 gimu-kyōiku), dan setiap anak di Jepang wajib bersekolah sampai mereka lulus sekolah menengah pertama (中学校 Chūgakkō). Ada fenomena menarik dimana jika seorang siswa SMP gagal pada satu mata kuliah/ pelajaran, mereka tetap bisa saja lulus dengan kelas mereka walau bagaimanapun buruknya nilai dan hasil ujian mereka. Nilai hasil ujian tidak berpengaruh terhadap persekolahan, namun nilai tersebut penting untuk mengambil ujian masuk menuju sekolah menengah atas.

Para orang tua di Jepang sering mengirimkan anak-anak mereka ke "cram schools" ( Juku) atau sekolah privat bertujuan untuk latihan tes (di Indonesia, mungkin semacam try out).

No comments:

Post a Comment