Sunday, March 04, 2018

Laporan Avertebrata Akuatik - Protozoa

*) Sebutkan apa yang anda ketahui tentang ciri umum filum protozoa!

Beberapa ciri-ciri umum filum protozoa adalah sebagai berikut:
  1. Berukuran mikroskopis, uniseluler, beberapa spesies ada yang hidup berkoloni. 
  2. Bentuk tubuhnya bermacam-macam: bulat, oval, memanjang atau pada beberapa species bentuk tubuhnya tidak tentu 
  3. Bergerak dengan flagell, cilia, pseudopodia atau dengan seluruh tubuhnya 
  4. Cara pengambilan makanan secara holozoik, saprofitik, saprozoik dan holofitik atau autotrof
  5. Berkembang biak secara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan secara seksual melalui peleburan dua gamet atau konyugasi, perkembangbiakan aseksual dengan cara pembelahan biner (binary fission), ganda (multiple fission), atau membentuk tunas (budding).
  6. Memiliki satu nukleus atau lebih, tidak memiliki organ atau jaringan 
  7. Beberapa spesies bercangkok dan sebagian mampu membentuk kista atau spora untuk melindungi diri terhadap lingkungan yang ekstrim. 
  8. Hidup bebas (simbiotik).
(Neil A. 1974)

*) Filum protozoa dikelompokkan dalam beberapa kelas, apakah dasar pengelompokan itu?

Protozoa dapat dibagi menjadi 4 kelas, pembagian ini berdasarkan pada alat gerak yang dimiliki oleh protozoa, kelas-kelas tersebut adalah sebagai berikut:

1. Rhizopoda (Sarcodina), alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu) Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.
Contoh spesiesnya:
  • Amoeba proteus, memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil.
  • Entamoeba histolityca, menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
  • Entamoeba gingivalis, menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut radang gusi (Gingivitis)
  • Foraminifera sp., fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.
  • Radiolaria sp., endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk bahan penggosok.

2. Flagellata (Mastigophora), alat geraknya berupa flagel (bulu cambuk).Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :


a. Fitoflagellata Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata.

b. Flagellata heterotrofik (Tida
k berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
·         Golongan phytonagellata, Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoadengan ganggang) - Volvax globator (makhluh hidup peralihan antara protozoa dengan ganggang) - Noctiluca millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan mekanik)
·         Golongan Zooflagellata, contohnya : - Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense. Menyebabkan penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa) Þ lalat Tsetse (Glossina sp.) Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis Þ tsetse sungai Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans Þ tsetse semak - Trypanosoma cruzl Þ penyakit chagas - Trypanosoma evansi Þ penyakit surra, pada hewan ternak(sapi). - Leishmaniadonovani Þ penyakit kalanzar - Trichomonas vaginalis Þ penyakit keputihan
·          
3. Ciliata (Ciliophora), alat gerak berupa silia (rambut getar). Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli.

4. Sporozoa, adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni.Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia Þ Toxopinsma dan Plasmodium.. Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.Hidupnya parasit pada manusia dan hewan.Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,Plasmodium vivax. Gregarina.
(Ronald M. 1995)

*) Bagaimanakah sistem / cara reproduksi pada protozoa?

Beberapa protozoa bereproduksi secara seksual, beberapa aseksual, sementara beberapa menggunakan kombinasi keduanya.
Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara:
1.    Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal).
2.    pertunasan. Yaitu penumbuhan tunas pada protozoa yang kemudian menjadi individu baru.
Reproduksi secara seksual dilakukan dengan cara:
1.    Konjugaasi, yaitu perpaduan antara dua individu protozoa yang jenis kelaminnya belum bisa ditentukan.
2.    Pembentukan Spora.
(Jasin. 1992)

*) Banyak hewan avertebrata berukuran kecil. Beberapa kelompok mampu memperbesar ukuran tubuhnya dengan cara mereplikasi segmen-segmen tubuhnya. Selain itu, hewan kecil dapat memperbesar ukurannya dengan membentuk koloni sehingga masing-masing individu dapat saling bekerja sama. Buatlah esai yang membandingkan kedua cara memperbesar ukuran tubuh tersebut ! Berilah contoh filum yang melakukannya dan cantumkan setiap sumber pustaka (referensi) yang menjadi acuan anda menulis esai ini!
Perbesaran tubuh menggunakan koloni adalah cara pembesaran dengan beberapa individu yang bersatu yang kemudian membentuk koloni. Contohnya : terumbu karang, termasuk kedalam filum zoantharia, Karena terumbu karang merupakan koloni dengan sejumlah besar polip-polip kecil dengan sejumlah koloni tersebut dapat menjadi besar dan mampu membentuk terumbu (Setijanto. 2006).
Perbesaran dengan replikasi segmen adalah perbesaran tubuh dengan cara penggandaan dari individu tersebut. Contohnya cacing polychaeta dari filum annelida. Segmentasi pada annelida tidak hanya membagi otot dinding tubuh saja melainkan menyekat rongga tubuh dengan sekatan, sekatan ini disebut septum, sekatan ini mengalami segmentasi yaitu sepanjang sumbu anterior dan posterior (Setijanto. 2006)
Kesimpulan: jadi dari kedua jenis hewan invertebrata tersebut memiliki cara yang berbeda dalam memperbesar ukuran tubuhnya. Dengan  jenis filum yang berbeda-beda pula..




DAFTAR PUSTAKA

Atlas, Ronald M. 1995. Microorganism in our world. Louiseville : University of Louiseville
Campbell, Neil A. 1974. Biology fifth edition. California : University of California
Jasin. 1992. Zoologi Invertebrata. Sinar Wijaya : Jakarta
Setijanto. 2006. Avertebrata Akuatik (Buku 1 dan 2). Purwokerto : Universitas Jenderal Soedirman
Tim Avertebrata Air. 2013. Petunjuk Praktikum Avertebrata Air. Lampung : Universitas Lampung

No comments:

Post a Comment